5 Kesalahan Mengatur Keuangan yang Sering Dilakukan Anak Muda

14 Oktober 2026
Oleh BPR BINTANG MITRA INDONESIA
Bagikan WhatsApp Telegram
5 Kesalahan Mengatur Keuangan yang Sering Dilakukan Anak Muda

Mengatur keuangan sejak usia muda merupakan langkah penting untuk membangun masa depan yang lebih stabil. Namun, di tengah gaya hidup modern, kemudahan belanja online, tren nongkrong, dan berbagai tawaran pembayaran digital, mengelola uang terkadang menjadi tantangan tersendiri.

Tidak sedikit anak muda yang sudah memiliki penghasilan, tetapi merasa uangnya cepat habis sebelum akhir bulan. Ada juga yang kesulitan menabung karena pengeluaran tidak terencana atau belum memiliki tujuan keuangan yang jelas.

Sebenarnya, mengelola keuangan tidak harus rumit. Hal terpenting adalah mengenali kebiasaan yang kurang tepat dan mulai memperbaikinya secara bertahap.

Lalu, apa saja kesalahan mengatur keuangan yang sering dilakukan anak muda, dan bagaimana cara menghindarinya? Berikut penjelasannya.

1. Terlalu Sering Belanja Impulsif

Belanja impulsif adalah kebiasaan membeli sesuatu secara spontan tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Promo, diskon, gratis ongkir, hingga tren di media sosial sering membuat seseorang tertarik membeli barang yang sebenarnya tidak direncanakan.

Jika dilakukan berulang kali, pengeluaran kecil ini dapat menumpuk dan mengurangi uang yang seharusnya bisa digunakan untuk menabung atau memenuhi kebutuhan penting.

Cara mengatasinya:

  • Buat daftar belanja sebelum membeli sesuatu.

  • Bedakan kebutuhan dan keinginan.

  • Beri jeda sebelum membeli barang yang tidak mendesak.

  • Tetapkan batas pengeluaran untuk hiburan dan belanja pribadi.

Menikmati hasil kerja sendiri tentu boleh, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan.

2. Tidak Membuat Anggaran Bulanan

Sebagian anak muda menggunakan uang berdasarkan saldo rekening yang tersedia. Selama uang masih ada, pengeluaran terus berjalan tanpa memperhitungkan kebutuhan sampai akhir bulan.

Akibatnya, uang untuk kebutuhan penting bisa terpakai lebih dahulu, sedangkan tabungan tidak kunjung bertambah.

Membuat anggaran bulanan membantu kamu mengetahui berapa penghasilan yang diterima, berapa pengeluaran yang harus dibayar, dan berapa dana yang dapat disisihkan.

Cara mengatasinya:

Catat penghasilan dan pengeluaran setiap bulan. Kelompokkan pengeluaran ke dalam kebutuhan pokok, transportasi, tagihan, hiburan, tabungan, dan kebutuhan lainnya.

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi pencatat keuangan atau catatan sederhana di ponsel.

Tidak perlu langsung membuat anggaran yang rumit. Mulailah dengan mencatat pengeluaran secara konsisten agar kebiasaan menggunakan uang menjadi lebih terkontrol.

3. Menunda Menabung karena Merasa Penghasilan Belum Cukup

Pernah berpikir akan mulai menabung setelah mendapatkan kenaikan gaji atau memiliki penghasilan yang lebih besar?

Jika iya, kebiasaan tersebut perlu dievaluasi. Menunda menabung dapat membuat seseorang terbiasa menghabiskan seluruh penghasilannya, berapa pun jumlah yang diterima.

Padahal, menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Jumlah kecil yang disisihkan secara rutin dapat membantu membangun kebiasaan keuangan yang baik.

Cara mengatasinya:

Sisihkan sebagian penghasilan segera setelah menerima gaji atau pendapatan. Tentukan jumlah yang realistis sesuai kemampuan, lalu tingkatkan secara bertahap ketika kondisi keuangan memungkinkan.

Tetapkan juga tujuan menabung, misalnya untuk dana darurat, pendidikan, membeli kendaraan, atau rencana masa depan lainnya.

Dengan tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah menjaga konsistensi.

4. Menggunakan Paylater atau Kredit Tanpa Perhitungan

Layanan pembayaran digital dan kredit dapat memberikan kemudahan untuk bertransaksi. Namun, jika digunakan tanpa perencanaan, cicilan dapat menumpuk dan membebani penghasilan pada bulan-bulan berikutnya.

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap cicilan kecil tidak akan berdampak besar. Padahal, beberapa kewajiban pembayaran sekaligus dapat mengurangi uang yang tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.

Cara mengatasinya:

  • Gunakan kredit hanya untuk kebutuhan yang sudah dipertimbangkan.

  • Periksa bunga, biaya, denda, dan tanggal jatuh tempo.

  • Hitung seluruh cicilan yang sedang berjalan.

  • Hindari mengambil utang baru hanya untuk membayar utang lama tanpa rencana yang jelas.

Sebelum mengambil kredit, pastikan cicilan dapat dibayar dari penghasilan tanpa mengorbankan kebutuhan pokok dan kewajiban keuangan lainnya.

5. Tidak Memiliki Dana Darurat

Dana darurat merupakan uang cadangan yang disiapkan untuk menghadapi kebutuhan tak terduga, seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Tanpa dana darurat, seseorang mungkin terpaksa menggunakan kartu kredit, mengambil pinjaman, atau menghabiskan tabungan yang sebenarnya diperuntukkan bagi tujuan lain.

Bagi anak muda yang baru mulai bekerja, membangun dana darurat bisa dilakukan secara bertahap.

Cara mengatasinya:

Mulailah dengan target kecil yang realistis, kemudian tingkatkan secara berkala. Besarnya dana darurat dapat disesuaikan dengan pengeluaran bulanan, kestabilan penghasilan, dan jumlah tanggungan.

Simpan dana tersebut pada tempat yang relatif mudah diakses ketika dibutuhkan dan pisahkan dari uang untuk belanja sehari-hari.

Tips Mengatur Keuangan agar Lebih Sehat Sejak Muda

Selain menghindari lima kesalahan di atas, ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat mulai diterapkan.

Buat target keuangan yang jelas

Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Misalnya, mengumpulkan dana darurat, melanjutkan pendidikan, atau mempersiapkan uang muka rumah.

Terapkan kebiasaan menyisihkan uang secara rutin

Jangan hanya menabung jika ada sisa penghasilan. Sisihkan dana sesuai kemampuan sejak awal, kemudian sesuaikan anggaran untuk kebutuhan lainnya.

Evaluasi keuangan setiap bulan

Periksa apakah pengeluaran sesuai anggaran dan apakah target tabungan berjalan dengan baik. Jika ada pengeluaran berlebihan, cari cara untuk memperbaikinya pada bulan berikutnya.

Pilih produk keuangan sesuai kebutuhan

Tabungan dapat membantu mengelola dana sehari-hari dan mencapai tujuan keuangan. Untuk kebutuhan tertentu, kamu juga dapat mempelajari produk simpanan lainnya dengan memahami manfaat, risiko, biaya, serta ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Kesalahan mengatur keuangan yang sering dilakukan anak muda umumnya berkaitan dengan belanja impulsif, tidak membuat anggaran, menunda menabung, menggunakan kredit tanpa perhitungan, dan tidak memiliki dana darurat.

Kebiasaan tersebut dapat diperbaiki dengan langkah sederhana, seperti mencatat pengeluaran, menetapkan target keuangan, menyisihkan uang secara rutin, dan menggunakan kredit secara bijak.

Mengelola keuangan dengan baik bukan tentang seberapa besar penghasilan kamu, melainkan bagaimana kamu menggunakan dan merencanakan uang tersebut.

Semakin awal kebiasaan keuangan yang sehat dibangun, semakin besar kesempatan untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih terarah.


Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi produk keuangan tertentu.

logo
BPR Bintang Mitra Indonesia
Jl. Raya Kalirungkut No.03 Blok N-31, Surabaya
Sosial Media
WhatsApp Hubungi Kami